kemarin, energi negatifku rasanya siap meledak, siap menggugat apa saja, siapa saja yang ada di dekatku. energi engatif yang egosentris itu tak mau disalahkan meski juga paham sudah melakukan kesalahan Energi negatif yang memenuhi dadaku membuatku ingin membalas dendam terhadap apa yg sudah kuterima. Namun,Alhamdulillah,selalu Dia -Tuhanku- tempat sebaik-baiknya aku mengadu, sebaik-baiknya aku mengeluh, dan sebaik-baiknya aku menyerahkan seluruh harapan dan keinginanku. Kumohon kepada Allah agar membalaskan rasa sakit hatiku.
24 jam berlalu, berkat doa dan sabar, alhmadulillah meski kurang banget ibadahku, aku mulai kembali merasa tenang.hati ini tidak lagi kemrungsung akibat surat peringatan itu, tapi sudah mulai bisa mengarahkan pikiranku;hatiku agar lebih adil menimbang,melihat, dan menilainya..semoga berhasil memerankan tokoh ku kali ini
lingkaran pelangi penuh warna yang kuharap bisa menjadi bagian dari langkahku berbagi kekuatan dan kasih sayang untuk siapa saja.
Selasa, 23 November 2010
Senin, 22 November 2010
SUCKS!!!
Senin kelabu, senin sibuk, senin yang sungguh tak kuduga jadi sangat-sangat menyakitkan.Seninku selalu sibuk. kadangkala kesibukan itu menjadi perjalanan yang sempurna, tapi lebih sering menjadi hari yang melelahkan ketika pintu itu kubuka dan kudapati keramahan palsu dengan mata yang menyembunyikan jebakan demi jebakan di kemudian hari.
Aku sungguh-sungguh membencimu, mungkin kebencian yang sama dengan orang yang dulu jadi atasanKu di tempatku sebelumnya. Keduanya sama saja. Yang satu sedikit lebih banyak tidak tahu hingga sedikit toleran. Yang lain toleran di bibir, tapi menikam di belakang. Bukankah itu mengerikan?
Kukira diskusi panjang lebar tadi sudah cukup menjelaskan posisiku, kondisiku, apa yang sedang terjadi denganku. Kukira dia bisa jadi atasan yang mengayomi anak buahny, ternyata NONSENSE!! Benar memang opini-opini yang kubaca di surat kabar atau yang kudengar di televisi. Betapa susahnya menemukan pemimpin yang bisa menjadi pengayom, pengemong, pelindung, dan teladan bagi anak buahnya.
Orang ini, di balik wajahnya yang selalu terlihat kusut, di balik keluhan-keluhannya yang mengalir dari hari ke hari, di balik kata-katanya yang menyerukan kebersamaan, tikamannya sungguh mematikan ketika sesuatu atau beberapa atau banyak hal berjalan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Betapa dia sangat takut reputasinya tercoreng karena hal-hal sederhana yang tak signifikan, betapa tololnya dia membuat analogi yang tak mau kalah denganku. Aku yang bercerita tentang kesedihan Lintang yang ditinggalkan ayah ibunya bekerja jauh darinya yang masih sgt kecil. dia tak mau kalah menganalogikan dirinya sebagai anak tunggal yg harus meninggalkan orangtuanya yang sakit-sakitan.
Ooh what a pity..kemarahan dan kebencian ini bercampur aduk dengan rasa kasihan. Anak kecil yang terlalu sombong dengan pengalaman minimnya. Situasi ini membuatku berputar ke masa lalu. Kebencian yang dalam yang membuatku ingin menyusun rencana balas dendam.Ya Allah, semoga Engkau berkenan membalaskan rasa sakit hati hamba..ya Rabb..
Aku enggan bangun esok hari karena harus berjumpa dengan basa-basi busuk yang menikam di belakang. Aku enggan menyapa dan beramah-ramah lagi. Kau bilang jangan ngedumel di belakang, tapi yang terjadi Kaulah yang menikam dari belakang. Okey, jika itu maumu. Aku ikuti aturan main.Kulakukan tugasku:mengajar, mengerjakan tabel revolusi belajar, sesekali kubantu pekerjaan yang kulihat di depan mataku membutuhkan bantuan. Namun, untuk beramah tamah seperti sebelum surat ini dikeluarkan takkan lagi kulakukan. SEMUA SERBA SECUKUPNYA. AKU HANYA AKAN BICARA, MENYAPA JIKA AKU MEMBUTUHKAN KALIAN, JIKA TIDAK, TAKKAN KUHAMPIRI KALIAN DI RUANG CS. TAKKAN, KALAU ITU PUN MENYEBABKAN SP 1, SILAKAN, AKU TAK TAKUT.YANG PENTING AKU TAKKAN DATANG TELAT LAGI!!
HUAAAAAAAHH..SUCKS BGT!!
Aku sungguh-sungguh membencimu, mungkin kebencian yang sama dengan orang yang dulu jadi atasanKu di tempatku sebelumnya. Keduanya sama saja. Yang satu sedikit lebih banyak tidak tahu hingga sedikit toleran. Yang lain toleran di bibir, tapi menikam di belakang. Bukankah itu mengerikan?
Kukira diskusi panjang lebar tadi sudah cukup menjelaskan posisiku, kondisiku, apa yang sedang terjadi denganku. Kukira dia bisa jadi atasan yang mengayomi anak buahny, ternyata NONSENSE!! Benar memang opini-opini yang kubaca di surat kabar atau yang kudengar di televisi. Betapa susahnya menemukan pemimpin yang bisa menjadi pengayom, pengemong, pelindung, dan teladan bagi anak buahnya.
Orang ini, di balik wajahnya yang selalu terlihat kusut, di balik keluhan-keluhannya yang mengalir dari hari ke hari, di balik kata-katanya yang menyerukan kebersamaan, tikamannya sungguh mematikan ketika sesuatu atau beberapa atau banyak hal berjalan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Betapa dia sangat takut reputasinya tercoreng karena hal-hal sederhana yang tak signifikan, betapa tololnya dia membuat analogi yang tak mau kalah denganku. Aku yang bercerita tentang kesedihan Lintang yang ditinggalkan ayah ibunya bekerja jauh darinya yang masih sgt kecil. dia tak mau kalah menganalogikan dirinya sebagai anak tunggal yg harus meninggalkan orangtuanya yang sakit-sakitan.
Ooh what a pity..kemarahan dan kebencian ini bercampur aduk dengan rasa kasihan. Anak kecil yang terlalu sombong dengan pengalaman minimnya. Situasi ini membuatku berputar ke masa lalu. Kebencian yang dalam yang membuatku ingin menyusun rencana balas dendam.Ya Allah, semoga Engkau berkenan membalaskan rasa sakit hati hamba..ya Rabb..
Aku enggan bangun esok hari karena harus berjumpa dengan basa-basi busuk yang menikam di belakang. Aku enggan menyapa dan beramah-ramah lagi. Kau bilang jangan ngedumel di belakang, tapi yang terjadi Kaulah yang menikam dari belakang. Okey, jika itu maumu. Aku ikuti aturan main.Kulakukan tugasku:mengajar, mengerjakan tabel revolusi belajar, sesekali kubantu pekerjaan yang kulihat di depan mataku membutuhkan bantuan. Namun, untuk beramah tamah seperti sebelum surat ini dikeluarkan takkan lagi kulakukan. SEMUA SERBA SECUKUPNYA. AKU HANYA AKAN BICARA, MENYAPA JIKA AKU MEMBUTUHKAN KALIAN, JIKA TIDAK, TAKKAN KUHAMPIRI KALIAN DI RUANG CS. TAKKAN, KALAU ITU PUN MENYEBABKAN SP 1, SILAKAN, AKU TAK TAKUT.YANG PENTING AKU TAKKAN DATANG TELAT LAGI!!
HUAAAAAAAHH..SUCKS BGT!!
Jumat, 19 November 2010
Tough Love
yah, setelah berkejaran dengan waktu, dengan ego , dengan harapan, dengan keinginan, dengan impian, dengan setumpuk kesibukan kehidupan yang penuh lukisan wajahmu,langkah ini harus berhenti. namun bukan akhir, aku menyebutnya jeda. jeda tanpa kata, tanpa sapa, tanpa tanya yang biasanya mengisi hari-hari kita. tanpa pesan-pesan singkat atau obrolan panjang yang mengantarku tidur atau menemanimu menyelesaikan tumpukan laporan yang kaubilang takpernah berkurang tumpukannya.
mungkin aku akan rindu, mungkin kau akan perlu
masa bertukar kata, berbagi cerita
saat kita saling sapa,"makan apa, sedang di mana?"
Kuharap ini bukan akhir, semoga ini hanya jeda
semga kau paham, kau mau dengar, dan putuskan..
mungkin aku akan rindu, mungkin kau akan perlu
masa bertukar kata, berbagi cerita
saat kita saling sapa,"makan apa, sedang di mana?"
Kuharap ini bukan akhir, semoga ini hanya jeda
semga kau paham, kau mau dengar, dan putuskan..
Rabu, 13 Oktober 2010
semangat pagi
Pagiii...selalu ada yang menggairahkan saat bangun pagi ketika kita tahu ada banyak hal menarik yang bisa dilakukan hari ini. Pagiku kali ini memang tak sesempurna pagi beberapa hari lalu, ketika aku bisa bangun subuh, mencuci pakaian, minum susu, dan beres-beres kamar. Namun, pagiku kali ini tetap akan kubuat istimewa karen ada beberapa hal yang harus kuselesaikan. Bukan tentang pekerjaan rutin yang kugeluti setiap hari, tetapi rencana-rencana yang sedang kurintis untuk masa depanku.
Pagi ini sudah ada sms yang isinya uangku sudah ditransfer, senangnya. Kalian memang konsumen yang bisa dipercaya. Pagi ini aku sudah mengabari dua orang calon kolega bisnisku untuk pengiriman katalog. Semoga berjalan lancar. Pagi ini pula aku mulai berpikir tentang tawaran A ubed untuk membuat coffee book di Kota Majalengka. Waw, betapa menariknya ide itu. Ide yang juga pernah muncul di pikiranku, tapi belum pernah kutindaklanjuti karena terbentur modal. Padahal Sukabumi lebih potensial untuk itu.Hm..kucoba survey lokasi-lokasi yang berdekatan dengan sekolah.Kapan mulai?mungkin hari ini sembari ke kantor pos.
Hari ini aku akan ke kantor pos, mengirim beberapa katalog, mengirim surat gadai, lalu mampir ke Rabbani, melihat2 jilbab, mungkin kubeli kaos kaki atau peniti. Menawarkan kerja sama penjualan bros rajut. Sistem konsinyasi tak apa. Lalu mencoba mulai jualan online di facebook atau kaskus atau situs2 lain yang disebut Antok. Kupelajari dulu sebulan ini, kucoba bergabung, dan kulihat hasilnya hingga akhir tahun. Kalau bagus, baru kubuat toko online. hm..menarik. thank you, Tok.
Hidup harus terus berjalan bersama bahagia yang penuh atau sekadar terselip sedikit dalam hati. Yang penting, sedikit atau banyak. Terlihat penuh atau sekadar menyelinap, aku harus tetap semangat. Karena aku harus terus melanjutkan hidupku. Bahagia adalah keharusan, jadi aku harus selalu semangati diriku agar selalu bahagia. Yup, bahagia yang independen..
Pagi ini sudah ada sms yang isinya uangku sudah ditransfer, senangnya. Kalian memang konsumen yang bisa dipercaya. Pagi ini aku sudah mengabari dua orang calon kolega bisnisku untuk pengiriman katalog. Semoga berjalan lancar. Pagi ini pula aku mulai berpikir tentang tawaran A ubed untuk membuat coffee book di Kota Majalengka. Waw, betapa menariknya ide itu. Ide yang juga pernah muncul di pikiranku, tapi belum pernah kutindaklanjuti karena terbentur modal. Padahal Sukabumi lebih potensial untuk itu.Hm..kucoba survey lokasi-lokasi yang berdekatan dengan sekolah.Kapan mulai?mungkin hari ini sembari ke kantor pos.
Hari ini aku akan ke kantor pos, mengirim beberapa katalog, mengirim surat gadai, lalu mampir ke Rabbani, melihat2 jilbab, mungkin kubeli kaos kaki atau peniti. Menawarkan kerja sama penjualan bros rajut. Sistem konsinyasi tak apa. Lalu mencoba mulai jualan online di facebook atau kaskus atau situs2 lain yang disebut Antok. Kupelajari dulu sebulan ini, kucoba bergabung, dan kulihat hasilnya hingga akhir tahun. Kalau bagus, baru kubuat toko online. hm..menarik. thank you, Tok.
Hidup harus terus berjalan bersama bahagia yang penuh atau sekadar terselip sedikit dalam hati. Yang penting, sedikit atau banyak. Terlihat penuh atau sekadar menyelinap, aku harus tetap semangat. Karena aku harus terus melanjutkan hidupku. Bahagia adalah keharusan, jadi aku harus selalu semangati diriku agar selalu bahagia. Yup, bahagia yang independen..
Rabu, 06 Oktober 2010
menitipkan harapan
Aku sedang jatuh cinta. Aku menyebutnya demikian. Meskipun tak tahu apakah seperti itu adanya?rasanya tidak melayang, tidak juga ingin selalu senyum dan bahagia.yang kurasakan skrg gundah gulana berkepanjangan. itu saja.
Aku jatuh cinta, tapi tak ada lagi yang bisa kulakukan. Semuanya -kukira-sudah kubuat dan kau bergeming. Aku pun tak ingin harus terus berjalan menghampirimu, bahkan kini rasanya harus berlari mengejarmu. Berlari atau berjalan bagimu sama saja. Kau ttp tersenyum menerimaku, menjawab pertanyaan-pertanyaanku, mendengar cerita-ceritaku. Atau saat kau tanya kabarku, membagi kisah hari-harimu, semua dilakukan jika aku menghampirimu, jika aku diam, kau pun akan jauh lebih diam;mematung. Tak pernah kau menghampiriku, bahkan untuk sekadar memanggilku pun kau selalu lupa.
Kakak yang pelupa, kakak yang sibuk, bahkan mungkin tak pernah menyadari keberadaanku. Karena itu, tak pernah rindu padaku, pun lupa kalau ada sosok dengan namaku. Namun, mengapa masih sulit meninggalkanmu, masih sulit melepasmu?Harapanku masih sangat besar. * aduuh, kok jadi termehek-mehek dengan bahasa picisan macam ini sih?huaaa
Makin direnungkan, makin mustahil rasanya menggapai bulan. jadi, seperti yang kubilang padamu dua malam lalu, "aku tutup botolnya dan takkan kupanggil lagi." Aku takkan mengirimimu sms lagi, takkan mencoba menelponmu seperti hari-hari lalu. Karena masa-masa menunggu balasanmu menjadi masa-masa yang sangat mendebarkan. Sementara kau hanya minta maaf karena tak bisa pahami kegelisahanku.
Kutitipkan harapan ini pada-Nya. Dia yang menjadi alasan terkuatmu tak bisa mencintai siapa pun. Semoga dibukakan jalan terbaik.amiiin..Hatiku rasanya sedikit lapang..cukup lega saat memutuskan ini. semoga Allah mendengarnya dan mewujudkan harapanku. Doa menguatkanku...
Aku jatuh cinta, tapi tak ada lagi yang bisa kulakukan. Semuanya -kukira-sudah kubuat dan kau bergeming. Aku pun tak ingin harus terus berjalan menghampirimu, bahkan kini rasanya harus berlari mengejarmu. Berlari atau berjalan bagimu sama saja. Kau ttp tersenyum menerimaku, menjawab pertanyaan-pertanyaanku, mendengar cerita-ceritaku. Atau saat kau tanya kabarku, membagi kisah hari-harimu, semua dilakukan jika aku menghampirimu, jika aku diam, kau pun akan jauh lebih diam;mematung. Tak pernah kau menghampiriku, bahkan untuk sekadar memanggilku pun kau selalu lupa.
Kakak yang pelupa, kakak yang sibuk, bahkan mungkin tak pernah menyadari keberadaanku. Karena itu, tak pernah rindu padaku, pun lupa kalau ada sosok dengan namaku. Namun, mengapa masih sulit meninggalkanmu, masih sulit melepasmu?Harapanku masih sangat besar. * aduuh, kok jadi termehek-mehek dengan bahasa picisan macam ini sih?huaaa
Makin direnungkan, makin mustahil rasanya menggapai bulan. jadi, seperti yang kubilang padamu dua malam lalu, "aku tutup botolnya dan takkan kupanggil lagi." Aku takkan mengirimimu sms lagi, takkan mencoba menelponmu seperti hari-hari lalu. Karena masa-masa menunggu balasanmu menjadi masa-masa yang sangat mendebarkan. Sementara kau hanya minta maaf karena tak bisa pahami kegelisahanku.
Kutitipkan harapan ini pada-Nya. Dia yang menjadi alasan terkuatmu tak bisa mencintai siapa pun. Semoga dibukakan jalan terbaik.amiiin..Hatiku rasanya sedikit lapang..cukup lega saat memutuskan ini. semoga Allah mendengarnya dan mewujudkan harapanku. Doa menguatkanku...
Rabu, 04 Agustus 2010
kehilangan
Aku prihatin dengan peristiwa yang menimpamu, sungguh sangat prihatin. Ini musibah yang kesekian kali yang kaualami. Di berbagai tempat yang kita singgahi, kau selalu mengalaminya. Dulu, kau pernah bilang, "Selama ini aku tak pernah ceroboh. Aku selalu hati-hati dan teliti. Kau yang selalu ceroboh dan lalai menyimpan barang-barangmu. tapi kenapa aku yang selalu kehilangan barang-barangku?" Waktu itu aku hanya senyum dalam diam, tak tahu harus berkata apa, karena begitulah adanya. Kuakui tingkat kecerobohanku memang sangat parah. Namun, tentu saja tidak separah Mr. Bean atau Donald Bebek. Sebenarnya aku tak pernah mengeluh dengan kecerobohan ini sekali pun aku sering dirugikan tak terhitung banyaknya. Dengan kekonyolanku yang khas, aneh, atau apa pun namanya, aku menikmati itu, menikmati kecerobohan yang sudah lewat. Meski saat mengalaminya, rasanya campur aduk tak karuan, panik, kuatir, cemas, takut, jengkel, bahkan sedih yang dalam. Setelah itu, aku merasa hari-hariku meninggalkan banyak kesan. KEsan yang penuh warna. Kesan yang membuat hidupku punya banyak cerita. AKhirnya kusimpulkan sendiri bahwa hidupku adalah kumpulan trial and error. Menarik tapi penuh tantangan. Tak selalu berakhir bahagia tapi tak perlu diiringi keluh kesah dan air mata.
Sekali pun demikian, aku tak pernah kehilangan barang yang berarti. Sepertinya sih begitu kalau tidak lupa. Maklum, banyak sekali yang terjadi sehingga beberapa peristiwa kurang menyenangkan menghilang dari ingatanku. Yang sering terjadi dan selalu kuingat adalah banyak barang yang rusak karena kecerobohanku. Karena itu, kau menyebut tanganku panas. Entah sudah berapa barang yang rusak karena aku yang sok tahu dan lalai. Sok tahu dan lalai bagian dari kecerobohan bukan?Hm..aku pernah kehilangan dompet waktu kelas 1 SMA dulu, kukira dari kejadian itulah, hal-hal buruk kualami selama setahun aku di kelas 1. Setelah itu, aku tak pernah kehilangan sandal, sepatu, dompet, atau barang-barang yang kuanggap penting lainnya. Yang masih membekas hingga hari ini. Ketika rumah kita dimasuki pencuri bberapa tahun lalu di Ternate, kukira itulah awal mula hidupku diwarnai kehilangan.
Kehilangan yang tak bisa dianggap sebagai peristiwa biasa karena barang yang pindah dari tempat seharusnya, yang bergeser dari pemilik sahnya. Tapi kehilangan dalam arti yang lebih luas. Dengan kenaifanku, aku melihat kehilangan itu sebagai teguran. Musibah itu datang ketika konflik menggoyahkan perahu kecil kami. Aku tak tahu apakah kau merenungi konflik itu seperti apa yang kurasakan?kehilangan yang lebih dari satu kali itu terjadi kala konflik perahu kita tak kunjung selesai. Dalam hati, aku cenderung menyalahkanmu atas peristiwa itu. Kau yang tak pernah mau mendengar, menutup pintu-pintu hati, hingga harus ada tragedi yang mungkin bisa membukanya terbuka lebar-lebar. Sayangnya, kukira itu pun tak mempan.
Hari ini, kehilangan itu terulang lagi. Kembali ketika perahu kita sdh oleng dan separuh bagiannya tenggelam. Aku tak punya kata hiburan buatmu karena kita bukan apa-apa, walaupun hanya teman, kita bukan itu. Aku simpati, prihatin, dan ikut sedih. Tidak seperti di masa lalu, aku tak lagi menyalahkanmu -meski seharusnya di masa itu aku juga tak boleh melakukannya- tak lagi menghakimi bahwa kehilangan itu terjadi akibat kejahatanmu, kekerasan hatimu, atau kekasaranmu. Aku takkan melakukan itu meski aku belum bisa melepas negativitas yang masih meringkuk nyaman di dalam hati. Aku juga tak bersih dari kesalahan. Aku berperan dalam sebab yang mengakibatkan perahu kita oleng dan tenggelam sebagian ini.
Semoga everything gonna be OK, meski aku -karena kau tak menginginkannya- tak akan ada untukmu lagi untuk selamanya...
Sekali pun demikian, aku tak pernah kehilangan barang yang berarti. Sepertinya sih begitu kalau tidak lupa. Maklum, banyak sekali yang terjadi sehingga beberapa peristiwa kurang menyenangkan menghilang dari ingatanku. Yang sering terjadi dan selalu kuingat adalah banyak barang yang rusak karena kecerobohanku. Karena itu, kau menyebut tanganku panas. Entah sudah berapa barang yang rusak karena aku yang sok tahu dan lalai. Sok tahu dan lalai bagian dari kecerobohan bukan?Hm..aku pernah kehilangan dompet waktu kelas 1 SMA dulu, kukira dari kejadian itulah, hal-hal buruk kualami selama setahun aku di kelas 1. Setelah itu, aku tak pernah kehilangan sandal, sepatu, dompet, atau barang-barang yang kuanggap penting lainnya. Yang masih membekas hingga hari ini. Ketika rumah kita dimasuki pencuri bberapa tahun lalu di Ternate, kukira itulah awal mula hidupku diwarnai kehilangan.
Kehilangan yang tak bisa dianggap sebagai peristiwa biasa karena barang yang pindah dari tempat seharusnya, yang bergeser dari pemilik sahnya. Tapi kehilangan dalam arti yang lebih luas. Dengan kenaifanku, aku melihat kehilangan itu sebagai teguran. Musibah itu datang ketika konflik menggoyahkan perahu kecil kami. Aku tak tahu apakah kau merenungi konflik itu seperti apa yang kurasakan?kehilangan yang lebih dari satu kali itu terjadi kala konflik perahu kita tak kunjung selesai. Dalam hati, aku cenderung menyalahkanmu atas peristiwa itu. Kau yang tak pernah mau mendengar, menutup pintu-pintu hati, hingga harus ada tragedi yang mungkin bisa membukanya terbuka lebar-lebar. Sayangnya, kukira itu pun tak mempan.
Hari ini, kehilangan itu terulang lagi. Kembali ketika perahu kita sdh oleng dan separuh bagiannya tenggelam. Aku tak punya kata hiburan buatmu karena kita bukan apa-apa, walaupun hanya teman, kita bukan itu. Aku simpati, prihatin, dan ikut sedih. Tidak seperti di masa lalu, aku tak lagi menyalahkanmu -meski seharusnya di masa itu aku juga tak boleh melakukannya- tak lagi menghakimi bahwa kehilangan itu terjadi akibat kejahatanmu, kekerasan hatimu, atau kekasaranmu. Aku takkan melakukan itu meski aku belum bisa melepas negativitas yang masih meringkuk nyaman di dalam hati. Aku juga tak bersih dari kesalahan. Aku berperan dalam sebab yang mengakibatkan perahu kita oleng dan tenggelam sebagian ini.
Semoga everything gonna be OK, meski aku -karena kau tak menginginkannya- tak akan ada untukmu lagi untuk selamanya...
Langganan:
Postingan (Atom)