Kamis, 15 Oktober 2020

4 Peran Penting HRD dalam Perusahaan

Departemen Sumber Daya Manusia atau yang populer dikenal dengan Human Resources Department (HRD) menjadi divisi penting dalam keberlangsungan suatu perusahaan. HRD yang efektif mempunyai peran signifikan dalam kemajuan perusahaan. 

Mengingat pentingnya HRD dalam struktur organisasi perusahaan, tulisan ini akan membahas mengenai cara HRD memenuhi kebutuhan bisnis dengan mengelola aset perusahaan yang paling berharga, yaitu karyawan.

Ada beberapa disiplin ilmu yang membentuk HRD, di antaranya ekonomi dan psikologi. Namun, praktisi HRD di lapangan melakukan enam tugas utamanya. Apa sajakah itu?

Empat Peran Penting HRD dalam Perusahaan

1. Talent Management

Sebagai talent management, HRD bertanggung jawab merekrut karyawan, memberikan dukungan terhadap kualitas kinerja mereka, dan mengelola kesejahteraan karyawan. 

Fokus manajer HRD dalam posisinya sebagai talent management adalah melakukan perencaan dan manajemen tenaga kerja. Wilayah kerja ini mencakup tugas HRD menangani beragam permasalahan seputar tenaga kerja. Ketika karyawan jatuh sakit, mengundurkan diri, dipecat atau diberhentikan, bahkan meninggal, HRD harus sigap mengatasi beragam kondisi tersebut.

2. Kompensasi dan Keuntungan

Di perusahaan kecil, pembayaran gaji dan tunjangan dapat dikelola seorang staf HRD saja. Berbeda dengan perusahaan dengan jumlah tenaga kerja yang besar, penugasan pembayaran gaji dan tunjangan dilakukan beberapa orang di HRD.

Seiring kemajuan teknologi, untuk memudahkan pekerjaan staf HRD, kini semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan software payroll untuk menghitung gaji karyawan berdasarkan data kehadiran mereka. Di dalamnya tentu saja mencakup uang lembur, tunjangan, iutan, insentif, dan bonus. Software payroll ini juga bisa digunakan untuk menghitung pajak penghasilan, potongan pinjaman, dan potongan - potongan lainnya.

Untuk meringankan penghitungan persentase kehadiran karyawan, kini rata - rata perusahaan menggunakan software absensi karyawan. Biasanya menggunakan sidik jari untuk memastikan validitas kehadiran. 

3. Pelatihan dan Pengembangan

Setiap perusahaan tentu ingin kemampuan karyawannya berkembang. Untuk mewujdukan itu, HRD perlu melengkapi mereka dengan soft seperti orientasi untuk karyawan baru. Sementara untuk karyawan lama, ada pelatihan kepemimpinan, pengembangan pribadi dan profesional, serta pelatihan manajerial.

Pelatihan dan pengembangan atau yang dikenal juga dengan istilah learning and development merupakan bagian tak terpisahkan dari HRD. 

Bergantung pada peran karyawan di suatu perusahaan, tim pelatihan bertanggung jawab menyelenggarakan pelatihan dan pengembangan yang berpengaruh secara postifi pada kondisi bisnis perusahaan. 

4. Keselamatan Tenaga Kerja

Setiap perusahaan tentu memperhatikan keselamatan kerja karyawannya. Untuk itu, keselamatan karyawan termasuk dalam wilayah yang mendapat perhatian khusus HR department. Salah satu wujud konkret perhatian itu adalah mengadakan pelatihan keselamatan kerja bagi karyawannya.

Selasa, 15 September 2020

6 Hal Ini Memudahkan Proses Klaim Asuransi

Sudahkah kita berasuransi? Asuransi ibarat sedia payung sebelum hujan. Setiap orang seyogyanya mempunyai asuransi  

Ternyata di lapangan, banyak faktor yang menyebabkan masyarakat enggan untuk membeli produk asuransi. Salah satunya adalah sifat atau manfaat yang didapatkan tidak pasti. Ada yang sudah membeli produk asuransi dan juga sudah rutin dalam membayar preminya, tetapi saat mengajukan klaim, perusahaan asuransi menolaknya. 

Perusahaan yang menolak pengajuan klaim asuransi ini sebenarnya bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor, mulai dari dokumen tidak lengkap hingga kesalahan prosedur pengajuan. Untuk itu, nasabah harus mengetahui dan memahami tata cara pengajuan klaim asuransi terlebih dahulu. Bahkan, di antara banyak asuransi, klaim asuransi Allianz sebenarnya sangatlah mudah untuk dilakukan. 

Allianz termasuk salah satu perusahaan asuransi yang jumlah nasabahnya amat banyak di Indonesia begitu juga di luar negeri. Hal ini tentu mengacu pada jangakauan perusahaan asuransi Allianz yang sudah mendunia. 

Portofolio Alllianz yang tepercaya memungkinkan calon nasabah merasa aman membeli produk asuransi dari perusahaan ini. Produk asuransi yang ditawarkan Allianz ini sendiri terbilang begitu banyak. Produk -produk asuransi itu, di antaranya adalah asuransi jiwa, kesehatan, produk asuransi umum, asuransi syariah dan masih banyak lagi. 


Kembali ke salah satu penyebab enggannya masyarakat membeli asuransi, yaitu kesulitan pengajuan klaim. Prosedur klaim asuransi Allianz ini sangat mudah, tergantung jenis asuransinya. Namun, ada beberapa kiat atau cara yang bisa kita terapkan sebagai nasabah agar kelak klaim asuransi jiwa dan juga kesehatan dari perusahaan asuransi Allianz ini bisa cepat diproses. Apa saja kah? Yuk lanjutkan membaca :) 

Enam Cara agar Asuransi Cepat Diproses 

1. Simpanlah buku polis asuransi di tempat yang aman dan ingat lokasi penyimpanannya. 

Hal ini sangatlah penting sehingga jika sewaktu-waktu kita ingin melakukan klaim pada asuransi tersebut juga bisa secara mudah menemukan buku polisnya. Yang wajib diingat, jangan menyimpan sendiri, tetapi kita harus memberitahu pasangan tempat buku asuransi tersebut disimpan. 

2. Polis dalam kondisi aktif

Wajib diketahui bahwa klaim ini hanya bisa dilakukan jika polis dalam kondisi yang aktif. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan polis asuransi tidak aktif, salah satunya adalah tidak rutin membayar premi. Jika kondisi polis tersebut tengah tidak aktif, sudah pasti nantinya klaim juga akan ditolak. 

3. Lengkapi semua persyaratan pengajuan klaim asuransi. 

Syarat pengajuan klaim berbeda - beda tergantung jenis asuransinya. Untuk itu, kita harus ekstrateliti saat membaca ketentuan atau persyaratan yang dibutuhkan dalam mengajukan klaim asuransinya. Berikut ini salah satu contoh persyaratan yang harus dibutuhkan jika kita akan mengklaim asuransi. 

🌿 Formulir klaim asuransi kesehatan 

🌿 Perincian biaya perawatan dari rumah sakit 

🌿Kuitansi asli atau kualitas yang sudah dilegalisasi rumah sakit 

🌿 Foto kopi Kartu Tanda Pengenal 

🌿 Foto kopi kartu keluarga 

4. Pastikan semua informasi di dalam form pengajuan klaim adalah valid.

Jika ada salah satu informasi yang salah ,secara otomatis pengajuan juga akan ditolak. Jadi, kita harus sangat teliti dan hati - hati saat mengisi formulir pengajuan klaim. 

5. Beritahu atau ajari pasangan dan anak-anak yang sudah cukup umur terkait prosedur pengajuan klaim asuransi ini. 

Apabila anggota keluarga memahami prosedur pengajuan klaim, nantinya akan jauh lebih mudah bagi mereka jika seandainya ingin melakukan klaim asuransi, prosesnya bisa dilakukan dengan cepat. 

Seorang teman yang juga agen asuransi bercerita tentang nasabahnya yang tidak memberitahukan keluarganya kalau dia punya asuransi. Akibatnya, saat nasabah ini meninggal, takada pengajuan klaim dari keluarganya. Ketika salah seorang anaknya menemukan berkas asuransi ayahnya, masa berlaku asuransinya sudah habis. Kebayang kan berapa lama jaraknya dari waktu meninggal sang ayah. 

6. Pengajuan klaim asuransi harus benar -  benar bersih dari tindak kecurangan asuransi (fraud).

Apabila ditemukan tindak kecurangan, pengajuan klaim pasti ditolak. Bahkan akan dikenai dengan sanksi hukum yang berlaku. Ada beberapa contoh tindak kecurangan pengajuan klaim asuransi. Beberapa contohnya adalah laporan palsu, seperti klaim perusahaannya terbakar padahal sengaja dibakar supaya dapat asuransi untuk dijadikan modal membangun perusahaan baru. 

Contoh lain adalah penggelembungan dana pengobatan di luar negeri dengan menyertakan berbagai dokumen palsu, termasuk kuitansi pembayaran berobat di luar negeri.

Agar pengajuan klaim asuransi tidak ditolak, pastikan untuk menerapkan enam hal di atas. Ingat! bahwa pada dasarnya tidak semua pengajuan klaim akan langsung diterima begitu saja. 

--

Perusahaan asuransi biasanya akan mempertimbangkan dan mengecek berbagai macam faktor seteliti mungkin. Karenanya, apabila posisi kita sebagai tertanggung atau ahli waris, kita harus cermat memeriksa detail semua persyaratan sebelum nantinya mengajukan klaim yang sudah menjadi hak kita tersebut. 


Rabu, 11 November 2015

Menjadi Ibu Berkepala Dingin

Enam hari kemudian, aku meledak lagi. Penyebabnya sama : Lintang makan tidak sesuai takaran; tidak sesuai harapan. Ia juga tidak mengangkat jemuran sehingga pakaian - pakaian yang sudah dijemur sejak dua hari lalu pun basah lagi. Ditambah kantong plastik yang dibiarkan tergeletak begitu saja di teras bersama onggokan lap pel membuatku semakin marah. Akhirnya kebawelan panjang itu susah berhenti. 

Karena sudah putus asa, kukatakan padanya ia harus tinggal bersama ayahnya di Cicurug. Sambil menangis, Lintang menolak. Kuabaikan tangisannya, kutelepon mantan suamiku dan kuminta padanya mengurus kepindahan Lintang. Lima tahun lalu aku pernah minta Lintang dijemput ayahnya. Setelah itu, aku menyesali permintaanku dan bertekad mengurus LIntang sesulit apa pun anakku.

Namun, lima tahun berlalu, tak nampak perubahan signifikan pada kebiasaan makan anakku. Ini sungguh membuatku putus asa. Aku tak tahu lagi harus bagaimana. Meminta ayahnya menjemput Lintang sebenarnya hanya bentuk ketidakberdayaanku. Permintaan itu tidak sungguh - sungguh karena jauh di dalam hatiku, aku pun tak ingin Lintang tinggal dengan ayahnya. Aku tetap ingin mendidik anakku dengan tanganku sendiri. 

Sayangnya, kondisi sekarang ini, kendablekan Lintang membuatku tak tahu lagi harus bagaimana. Masalahnya hanya satu, yaitu tak mau makan sesuai takaran. Ia hanya mau makan sekira 2 - 3 sendok makan dengan sesendok sayur dan sedikit lauk. Jika itu ayam goreng, ia bisa makan banyak, tapi ayamnya saja. Sementara nasi dan sayur, ia akan memakannya dengan wajah cemberut. Jika tak mau, ia akan memakannya dengan menangis. 


Aku sering sekali tak sabar menghadapinya. Rasanya ingin meledak setiap ada di kondisi demikian. Akibatnya, berat badannya sangat kurang untuk anak seusianya. Tak sebanding dengan tinggi badannya. Meskipun tetap bisa beraktivitas, ia mudah lelah dan sering malas berusaha. Apakah ada hubungannya antara malas berusaha dan nutrisi yang kurang? Aku berusaha memenuhi nutrisinya. Vitamin, susu, sayuran, buah, lauk, dan nasi atau karbohidrat lain. Sayangnya, semua tak dimakannya sesuai takaran. Minum air putih pun ia sulit sekali. Tuhan....tolooong . . .

Rabu, 03 Juli 2013

Kakak Akhirnya Memilih

Hei, ternyata cerita tentangmu belum usai seperti yang kuharapkan, seperti cerita tentang relasi yang sudah selesai dalam behangat.com.

Kukira setelah puisi itu dan terhentinya kabar yang biasanya saling kita kirimkan, tak akan lagi kudengar apa pun tentangmu. Pun saat kauabaikan pesan-pesanku. Pesan di inbox dan pesan singkat ke ponselmu tak kau pedulikan. Ya sudah, aku diam. 

patah hati
freepik.com

Padahal, aku hanya ingin kembalikan buku-buku yang kaubilang sangat berharga itu. Namun, diabaikan begini, ya sudah bukunya kusimpan saja.

Eh, sebenarnya aku punya sih alamatmu. Aku masih menyimpannya kalau-kalau aku mau kirim sesuatu sebagai kejutan. Itu alasanku saat kita masih sangat dekat. 

Setahun sudah lewat tanpa terasa. Aku memang tak pernah lagi menunggu kabarmu terlebih kau telepon lebih dulu. Cinta sudah lewat, begitu kata Kahitna. 

Namun, semalam sahabatmu mengabari kalau sudah ada yang mendampingimu. Wow! Kau sudah punya pacar baru dan dikenalkannya gadis itu pada sahabatmu. Itu manis dan menyakitkan sekaligus. Mengingat aku seorang eksistensialis, tindakanmu itu membuatku perih.

Dulu, tiga tahun kita bersama, relasi kita serupa hubungan rahasia. Sangat rahasia buatmu, bukan buatku. Betul memang katamu dulu, semua kesedihan yang kautinggalkan masih lebih sedikit atau lebih ringan ketimbang luka-luka yang sudah kupunya sebelum itu. 

Untuk banyak hal, hari - hari bersamamu sangat mengesankan buatku. Dalam energi negatif dan positif sekaligus, aku bisa merasakan perhatian, kecerdasan, dan kasih sayangmu. Aku merasakan itu meski tak setiap hari, tak sepanjang waktu, meski hanya sesekali.

Aku mungkin sedih, mungkin juga patah hati, mungkin juga perlu waktu berhari-hari untuk mengalihkan pikiran tentangmu, semua tentangmu. 

Keingintahuanku tentang siapa perempuan itu, tentang bagaimana kau memperlakukan dia, tentang ekspresi wajahmu saat bersamanya, tentang kebersamaan kalian, tentang tangannya yang kaugandeng saat kalian menyeberang jalan, tentang genggaman tanganmu saat ia sedih, tentang dada bidangmu yang dia sandari, tentang tatapan matamu yang melekat saat kalian duduk berhadapan, tentang kalimat-kalimatmu yang kadang menggoda, bahkan tentang puisi-puisi yang khusus kautulis untuknya.

Huaah! Itu menyesakkan! Itu membuatku sedih dan rindu. Seandainya kau masih buka pintu untuk komunikasi kita, mungkin tak terasa sedihnya. Membalas pesanku saja kau enggan, apalagi berbagi cerita tentang hidupmu sekarang. Itu sangat mustahil.

Aku tahu, kau takkan lupa peristiwa-peristiwa khusus tentang kita. Aku tahu, aku menempati tempat kecil di hatimu sekalipun kau bilang takkan pernah bisa mencintaiku.

Kita sangat dekat, kau sendiri yang bilang. Meski saat itu kita hanya bermain-main di taman mimpi, tapi layaknya mimpi, ada mimpi yang sangat berkesan sehingga melekat susah hilang. 

Kenanganku selalu baik tentangmu meskipun berbagai dugaan kadangkala mampir di pikiranku. Tentang penelitianmu terhadap negativitas. Mungkinkah semua yang terjadi di antara kita kauanggap sebagai laboratorium negativitas? Aku adalah objek penelitianmu dan kau sang profesor yang mencoba menerapkan terori-teori kepadaku.

Aku memang harus melepasmu, menerima kabar itu bahkan pernikahanmu kelak dengan emosi apa pun. Sedih, kecewa, sebal, rindu, dan sayang sekaligus. Ketika aku mulai bisa melepas masa lalu sebelummu, berhasil melepasnya tanpa harus membuang. Ini saatnya rindu melepas kenangan.

Semua rinduku harus bisa menerima pilihan-pilihanmu. Aku akan sama dengan perempuan-perempuan masa lalumu: Prijasaka, Bidadari, dan Kirana. Kausimpan di rak masa lalu berikut detail kenangan kita. 

Ya sudah, memang sudah selesai. Puisi Untuk Beruang Madu yang kutulis buatmu setahun lalu sudah menutupnya. Kaubilang, "Adek yang kirim puisi itu sebagai surat putus cinta. Kenapa adek yang sedih?"

Hm..apa kau sedih saat aku pamit? Seperti kata Huda, tak ada yang tak sedih saat hubungan selesai. Kau pernah menempati ruang penting dalam kekinian. Keadaan itu pasti meninggalkan kesan mendalam buatku juga buatmu. 

Aku HARUS percaya kalau kau selalu menyimpanku. Jika saat ini kau tak mau mengangkat teleponku atau menjawab pesanku, itu mungkin caramu memutus ingatan; melepas kenangan.

Setiap orang pasti punya idealita yang berbeda dalam menyikapi hidupnya. Mungkin menurutmu, hal yang ideal dalam relasi kita adalah berhenti berhubungan, tapi bagiku, pilihan sikap itu tidak dewasa dan sangat menyebalkan. Sayangnya, aku harus menghargai pilihanmu.

Sabtu, 23 Juni 2012

Cashflow..ooh..Cashflow..

Juni belum berakhir.Masih tujuh hari jelang gajian. Namun,aku sudah harus menghitung,membuat rencana anggaran,dan mengutuki diri sendiri yang selalu membuat hutang baru dari bulan ke bulan. Cashflowku payah banget. Gaji selalu defisit dan ujung-ujungnya menghubungi teman-teman baik di berbagai kota untuk pinjam uang. Bayangpun!!Ketidakmampuanku mengendalikan diri membuat segalanya kacau bahkan sebelum pertengahan bulan. Rencana anggaran rajin kubuat jauh-jauh hari sebelum gaji turun. Berhari-hari sebelum tanggal 1 tiba. Menuliskan pengeluaran dan harapan pemasukan selain dari gaji. Sayangnya, aku terlalu percaya diri terhadap penerimaan alias pemasukan. Bulan Mei misalnya. Pede banget fee tulisan turun senilai 300rb.Padahal mah cuma 100rb!nyengir pedih dah! Belum lagi harapan banyak yang pesan crocs,pesan toddler,abon kaca,kripik. Realitanya?nihiil..crocs memang ada, abon cabe masih ada pemesannya,tapiii..untungnya kecil dan menguap entah ke mana. Ga nutup biaya operasional maka aku sering merugi diam-diam. Diam-diam karena ga pernah kubahas dengan siapa pun,termasuk dengan diriku sendiri. Kubiarkan saja begitu.Ujung-ujungnya operasional harianku pun terganggu. Tuntutan pembayaran hutang akan menguntitku hingga September atau November.Aku mulai paham pola pengeluaranku yang remnya sering blong ini.Aku ga bisa mengendalikan diri belanja yang printilan. Eh, tau-tau abis 100rb!Menyebalkan bukaaan?!! Percuma dah semua tips pengelolaan keuangan yang kubaca dari buku-buku manajemen finansial milikku atau artikel2 yang kubaca di internet. Atau pengetahuanku tentang persentase pembagian anggaran.Nonsense semua!!Dari penandaanku, uangku mulai menipis pada tanggal 20an. Tanggal belasan masih cukup2lah buat nongkrong atau jajan. Tanggal 20an sudah harus mengencangkan ikat pinggang. Tapiiii..tapiii...aku ndablek.Terlalu menggampangkan hingga akhirnya bablas deh duit yang seharusnya diirit2 sampai tanggal 1. Kasihan anakku sering kuomeli karena jajan mulu padahal emaknya jajannya luar biasa lho.Termasuk janji belikan boneka barbie yang angus diam-diam karena uangku tak ada lagi. Mungkin nunggu dari Mas Aris hari Rabu ini. Hum..kalau Mas Aris tanya beli Barbie yang mana?kujawab gimana ya?yang 200rb-an aja deh. Soalnya bulan lalu dia pernah bilang mau tambahin 250rb-an untuk belikan lintang Barbie. Duh,sayang banget,mending buat beli sandal dan tas sekolah baru daripada beli barbie seharga 250rb. Yah, tentang cashflow,aku ga tau harus gimana selain mengencangkan ikat pinggang. Bulan ini ga boleh sembarangan jajan. Harus lebih bisa mengendalikan diri! Sebab utang2ku yg segambreng itu harus dibayar, jadi fokuslah pada kewajiban. Semoga Fitry mau mengerti kalau bayarnya dicicil :-( Hal lain lagi, lima belas bulan yang entah dihitung sejak kapan karena aku tak tahu kapan sidangnya selesai. Kubaca di website yang membahas perceraian, maksimal 6 bln selesai. Ambillah waktu maksimal. Jadi, sidang perceraiannya baru akan selesai bulan November. Hitungan lima belas bulan itu dimulai dari Desember hingga Maret 2014. Ya sudah,tak apa menurutku. Meski sangat lama, kami pasti akan menjalaninya dengan sabar. Rentang waktu itu kuanggap sebagai waktuku memperbaiki diri dalam pengelolaan uang dan waktu. Termasuk kembali merintis karier di dunia penulisan. Bulan Juni ini kembali kubulatkan tekad fokus menulis. Dunia menulis yang kujadikan sebagai sumber mata pencaharianku kelak saat menikah lagi. Saat itu,aku berharap penghasilanku dari tulisanku bisa sama dengan penghasilanku saat mengajar di GO. Saat sudah menikah lagi, aku berharap bisa menjadi pengajar freelance karena aku sudah bisa bergantung pada tulisan-tulisanku. Beberapa bulan lalu, tiap aku belanja banyak dan sadar jatah bulanana menipis, aku masih optimis berharap pada kemampuanku menulis.Namun,seiring berjalannya waktu dan kemalasanku yang makin tak karuan,aku seperti kehilangan pegangan,kehilangan acuan,dan kehilangan harapan. Ugh! Itu menyesakkan.Ketika aku hanya bengong di depan benda ini, kehilangan kata-kata untuk dirangkai,masyaAllah..itu sangat menyedihkan untukku yang bercita-cita menjadi writepreneur. Jadilah sekarang aku harus giat menulis dan membaca lagi. Kosa kata kaya saat kita banyak membaca.So, aku harus kembali membaca apa saja. Oh ya, minggu ini telemarketingku harus selesai dan rekapan peneleponan teman2 sudah harus mulai kuketik. Hal ini dalam rangka menghindari kekagetan kalau tiba-tiba rekapannya diminta. Tentu aku tak mau peristiwa pahit awal April dan Mei terulang bukan?ditagih rekapan belum dikerjain satu pun.Akhirnya,April aku harus izin dengan alasan palsu. Kalau pas MEi, keberuntungan berpihak padaku. Namun, harus diingat beruntung hanya datang sesekali,tidak setiap kali. Jadi, harus tetep siap sedia,harus disiplin emang. Argh!Kuncinya memang 1:disiplin. Memaksa diri menjemput impian ya harus disiplin. So, demi hidup yang lebih baik, demi masa depan finansial yang lebih tertata,dan demi Lintang,serta demi komitmen lima belas bulan,aku harus mengubah gaya hidupku yang terbelenggu rasa malas dan tidak mampu memerangi hawa nafsu jika malas datang.

Rabu, 25 April 2012

Hope Everything Goes Well

Sudah tujuh belas jam sejak sms terakhirmu masuk dan tak ada kabar lagi setelah itu. Empat sms ku pun tak kau balas. Meski mungkin tak ada apa-apa, aku tetap gelisah. Apa yang terjadi?gimana pertemuanmu dengan ibu?apa hasil obrolan kalian?Apakah akan ada perubahan keputusanmu tentang kita?

"Dua belas jam yang berarti", katamu. Buatku juga begitu. Rasanya makin terbiasa dan nyaman bersamamu meski masih ada printilan-printilan yang menggelisahkan. Andai bisa meyakinkan hati dan tak terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan keraguan, aku mungkin akan bilang dengan pasti,"Yup,mari menikah lima belas bulan lagi."

Sayangnya tak semudah itu. Bukan hanya kegagalan masa lalu yang membuatku masih ragu,melainkan aku masih belum yakin apakah kau sesungguh itu?maafkan..Tapi kata-kata hanyalah kumpulan huruf yang bisa terhapus lalu dipaksa melupakannya.

Smsmu kepada istrimu, kau yang bilang,"Aku masih menutup hati untuk yang lain," membuatku agak tersentil. Jadi, kita?hatimu?perasaanmu? apakah sungguh-sungguh dengan agenda lima belas bulan itu?Aku masih gamang,aku masih sangat khawatir (pakai kata 'sangat' karena ternyata harapanku besar juga kepadamu dan kau tahu itu. Aku ingin tanyakan itu, tapi kuatir akan membuatmu tak nyaman. Di titik ini, selama urusanmu belum kauselesaikan di pengadilan agama, aku tak punya hak apa pun,belum waktunya benar-benar merencanakan masa depan meski kau sudah menginginkannya. Aku hanya bisa menunggu,mendengarkanmu,menemanimu saat kau datang menyapaku.

Is it real?is it serious?do you serious with me?

Meski kita sudah membahas itu,tetap saja pertanyaan-pertanyaan itu berputar-putar di benakku. Rasanya ingin membagi kabar bahagia ini,tetapi belum waktunya. Jadi, kusimpan semua. Yaah..meski bakat ngemberku sudah sedikit bisik2 tentang lima belas bulan kepada Bu YS,Pak LT, Pak HU, Bu RH,Bu SI. Hum..banyak geuning?

Yang pasti,belajar dari pengalaman masa lalu,"Jangan paksakan diri terus melanjutkan hubungan kalau banyak keganjilan;ketidakcocokan meskipun banyak orang sudah tahu tentang hubunganku dan rencana-rencana masa depan.

Nah, untuk mengantisipasi itu, berhati-hatilah berbagi cerita. Yang sudah diceritakan ya sudahlah. Mulai hari ini aku tak akan cerita-cerita lagi. Kusimpan saja bahagia,rindu di hati hingga harinya datang nanti. Saat kau benar-benar datang menemui orangtuaku dan menyampaikan maksudmu. Saat hari H itu diputuskan,aku akan berbagi kabar bahagia pada dunia..Membayangkannya saja sudah bahagia campur sedikir cemas. Beneran kejadian ga yaa?

Lima belas bulan atau dua puluh bulan?yang pasti kau perlu masa tenggang dan pemulihan. Selain itu, image di mata orang-orang yang mengenal kalian. Mungkin lebih tepatnya lima belas bulan pasca perceraian yang belum tau kapan. Mungkin Mei atau Juni atau humm..tahun ini belum bisa dimulai. Wallahualam. Aku tak mau menjadi tokoh antagonis yang memaksamu,kau tahu itu.

Kalau berhitung, mungkin baiknya lima belas bulan setelah perceraian selesai. Jadi, seandainya perceraian mulai diurus Mei, mungkin selesai Agustus. Masa tenggang dimulai sejak September hingga lima belas bulan ke depan. Mungkin November 2013..InsyaAllah,semoga Allah meridhai. Semoga kita tetap memegang teguh komitmen hingga waktunya tiba.

Rentang Mei 2012-Okotober 2013 menjadi masa menabung. Menabung untuk biaya menikah,biaya hidup kita setelah bersama. Targetku menabung 1 jt tiap bulan mulai Agustus. Target ada ada 15 juta di tabungan hingga Oktober 2013. Mudah-mudah dilapangkan rezeki dan kesehatan. Mudah-mudahan Allah melancarakan segala urusan. Semoga aku bisa melunasi hutang-hutangku sebelum aku menikah..


Oh ya, akhirnya smsmu datang juga. Alhamdulillah leganyaa..Semoga kita bisa mewujudkan impian itu..menjemput impian dengan cinta yang sabar.Bismillah..

Minggu, 22 April 2012

Keraguanku

Pagi yang masih ngantuk dan malas bangun padahal banyak kerjaan yang harus diselesaikan. Ambil baju di tukang jahit jam 8 ini, lipet baju trus ditata rapi di lemari, dan cuci baju yang sudah kutelantarkan sejak kemarin sore. Ga mungkin selesai dalam kurun waktu satu jam. Huaaah!penyakit lama..penyakit lama! Ga bisa tidur sore eh malah bablas tidur pagi. Aku tidur jam 03.30 lalu bangun jam 07.30. Bad habit. Ini habit yang sudah terbentuk sejak sebulan terakhir. Sejak dekat dengan Mas Aris, jam tidurku mundur hingga dini hari. Kami bicara panjang lebar tentang apa saja,terutama tentang hubungan kami dan masa depannya. Belum lagi ia yang sering susah tidur membuatku ingin menemaninya hingga aku tak bisa lagi menahan kantuk dan tidur begitu saja. Ini kebiasaan yang harus diubah.Aku punya waktu 15 bulan utk mengubah gaya hidupku yang lelet ini. Kegagalan-kegagalan mewujudkan impian ini karena aku tak bisa mengelola waktu dengan tepat. Selain itu, aku harus mulai disiplin pada diri sendiri dalam memanajemen keuanganku. Uangku tinggal 200rb hik..hik..mudah-mudahan Endah segera transfer 75rb dan Tuti 50 rb supaya ada tambahan 125rb utk akhir bulan. Mudah2an honor tulisanku dikirim minggu ini juga. Orderan toddler juga akhir bulan berikut pembayarannya. Supaya akhir bulan isi dompetku cukup hingga gajian. Yah,aku harus tetap menyisihkan uang 1 juta tiap bulan untuk persiapan 15 bln. Humm..jujur aku masih ragu..sangat ragu dengan putusan ini. Apakah mas Aris sungguh2 ingin menikahiku?apakah aku bisa hidup dengannya?seperti apa kami kalau menikah kelak? Keraguan ini mungkin karena urusan perceraiannya yang belum selesai-belum dimulai bahkan. Ia belum kenalan sama Lintang,belum ketemu orangtuaku. Hal lain aku masih merasa nggak enak bayangin apa kata mbak Iva tentang hubungan kami. sebenarnya bisa sih mengabaikan itu,tapi tau nih kenapa banyak ga enaknya. Perasaan-perasaan itu yang bikin ragu. Jadi ingin segera ketemu dan memastikan banyak hal supaya pupus semua keraguan..Di titik ini kami memang perlu saling meyakinkan..