lingkaran pelangi penuh warna yang kuharap bisa menjadi bagian dari langkahku berbagi kekuatan dan kasih sayang untuk siapa saja.
Minggu, 22 April 2012
Kembali tentang Kakak
Kangen yang kita definisikan sebagai kerinduan untuk bercinta membuatmu aktif menghubungiku. Sms-smsmu datang cukup rajin sejak hari Sabtu. Tidak biasanya kau meneleponku dan tidak biasanya pula kuabaikan teleponmu. Sekali pun hatiku masih menyimpan namamu, aku sudah tak ingin lagi berproses denganmu.Sungguh, aku tak mau lagi menarik nafas panjang karena rindu yang tak tersampaikan. Kau adalah nafas panjang rindu dan sakit sekaligus. Mengingat wajahmu adalah siksa, menelusuri sisa-sisa janji dan kenangan kita adalah luka dalam tak terdeteksi.
Aku tahu, rentang waktu tiga tahun ini kaulah satu-satunya tempatku menitipkan rindu dan nafsu. KAu pun tahu itu. Dengan tak peduli akan ke mana kita, kau terima tubuhku,rindu,dan cinta yang kuserahkan utuh padamu. Namun,sayang seiring berjalannya waktu, aku pun tak bisa terus begitu. Harus ada kejelasan,kepastian,dan kau takpunya itu.
Jadi, maafkan aku harus pergi..
Tulisan sebelum menutup malam eh pagi. Alhamdulillah ada kelegaan meski belum benar-benar lega. Setidaknya ada kejelasan kita hendak ke mana. Ada keterbukaan dan kelugasan tentang hubungan kita dan apa yang akan serta harus kita lakukan selama rentang waktu lima belas bulan yang kau ajukan itu.
Aku tak meminta apa pun padamu selain kepastian,kesungguhan,keseriusan,dan pembuktian bahwa kau tak sekadar membangun mimpi di taman mimpi Layla Majnun seperti yang pernah dilakukan dia yang datang sebelum dirimu.
Ada kelegaan,tapi belum benar-benar lega sebelum kaubereskan statusmu,urusanmu di Pengadilan Agama. Setelah urusan itu selesai,mungkin aku bisa benar-benar lega dan kita bisa serius merencanakan apa yang akan kita lakukan di masa depan itu. Membangun ‘rumah’ yang kita idam-idamkan. Rumah yang hangat dan damai. Semoga kita bisa selalu mengingatkan dan memperbaiki kesalahan masa lalu.
Tahu tidak? Jujur, aku merasa sangat bahagia. Kau seperti pucuk dicinta ulam pun tiba. Usahaku meraihmu,mendapatkanmu sejak Desember itu akhirnya tak sia-sia. Gayung bersambut dan di sinilah kita sekarang. Kau tak lagi cuek dan dingin seperti pada Desember hingga Februari dulu. Kau sudah menjadi milikku seperti aku yang kini menjadi milikmu. Kita saling menggenggam hati dan menitipkan harapan. Ya Allah, semoga Kau ridhoi kami. Semoga rentang lima belas bulan ini diberi kelancaran untuk mempersiapkan diri secara mentar,spiritual, dan material. Mudahkan rezeki kami Ya Rabbi...Lindungi dan jaga hati kami agar senantiasa saling setia dan menyayangi hingga Kau panggil salah satu dari kami.
Sungguh, sampai hari ini aku masih takjub dan memahami bahwa ini adalah doa yang Allah kabulkan. Doa yang kupanjatkan saat luka hatiku luar biasa sakitnya. Ya Allah,semoga pilihanku tidak salah. Semoga dia benar-benar laki-laki baik hati.Semoga semua penilaianku tentangnya tidak salah. Kekaguman, kepercayaan,kasih sayang,cinta,dan kerinduan ini kutitipkan padanya..Lindungi dia agar senantiasa menjaganya ya Rabbi..karena kepercayaan itu yang tak kuberikan pada Gundul dulu.
Ya Allah,semoga Mas Aris adalah doa yang Kau kabulkan..tanda yang kutunggu..
Sabtu, 07 April 2012
Pernikahan dan Pemakluman
7 April
Pernikahan zaman sekarang terlalu banyak pemakluman,kukira. Aturan-aturan zaman dulu yang mengharuskan kedua orang tua bertemu sebelum anak2nya mengikatkan diri dalam ijab kabul sekarang mulai terkikis pelan-pelan. Alasannya klasik dan harus dimaklumi mau tidak mau: kondisi finansial yang mefeet.
Aku tak tahu,tapi kukira bisa tidak bisa harus dipaksakan. Ini berhubungan dengan pengakuan dan persetujuan. Orangtua laki-laki harus mengenal baik siapa calon menantu perempuan, harus tahu siapa calon besannya. Kita tidak pernah tahu masa depan akan berjalan seperti apa.
Prosesku dan Gundul dulu pun banyak pemakluman dari bapak ibuku. Lamaran yang apa adanya. Bapak Manado datang dengan perhiasan yang ditaruh dalam saku jaketnya. Bukannya memuja ritual, melainkan itu bagian dari penghormatan dan pengakuan.
Yah meskipun seiring berjalannya waktu, mertuaku memperlakukanku dengan baik. Ketidaknyamanan kecil2 itu wajar lah. Perceraian yang terjadi di kemudian hari bukan karena mertua,melainkan akumulasi kekecewaan dan rasa sakit yang bertumpuk. Sampai hari ini, aku masih berusaha menemukan akar kekerasan yg kualami. Keras kepalaku, serangan2ku terhadap ketidaksamaan visi misi kami membangun monster di hatinya. Uuft..mengutip pendapat mas bariq,”Kalian sebenarnya sangat berbeda terutama secara ideologi. Tapi kukira kalian bisa bersama karena cinta.ternyata tidak.” Yup, renungan panjang dari yang kualami, kubaca dan kudengar: cinta tidak cukup.komitmen jauh lebih penting. Hum..semoga Mas Aris memahami ini...
Kisah Putri dan calon suaminya ini menggetarkan. Menggetarkan karena sang calon suami ternyata punya kisah yang sama dengan Lintang. Orangtuanya divorce juga. Calon suaminya Putri ini -dari cerita yang disimpulkan ibu-terbuang dari ayah ibu yang bercerai lalu masing-masing menikah lagi.Tak hanya ayah ibu yang sibuk dengan keluarga masing-masing, tetapi kondisi keuangan yang tidak memungkinkan menjadi alasan absennya orangtua calon mempelai pria dalam proses lamaran dan pernikahan.
Sesibuk apa pun orangtua, seharusnya mereka meluangkan waktu menyiapkan pernikahan anaknya.Lalu bagaimana jika hambatan itu adalah kondisi finansial?hm..kadangkala kondisi ini membuat siapa pun tak mampu bergerak,menjadi tak berdaya. Kalau tempatnya jauh, lintas pulau,ketidakhadirannya bisa dimaklumi. Perlu biaya sangat banyak untuk bepergian jauh terlebih dalam rangka melamar. Pasti perlu bawa ini itu,penginapan,dll. Nah, kalau jarak antara kedua belah pihak seperti Bandung-Jakarta, Tasik-Bandung sih deket banget. Bis Bandung-Jakarta 200rb pp.Tasik-Bandung 100rb. Pinjam uang dulu mungkin alternatif terakhir. yang penting usaha dan datang bertemu calon besan.
MAri kita tunggu hari Minggu minggu depannya lagi.Semoga ada saudaranya yang datang supaya lek Nano dan Lek Isah ga gelisah karna nggak tau keluarga calon menantunya..
Senin, 02 April 2012
Baruuu..
Horeee! Akhirnya sempat juga ganti desain blog. Semoga tampilan barunya bisa memberi pencerahan. Segala sesuatu yang cerah insyaAllah akan menceriakan;memberi keriangan. Blog ini masih menjadi diaryku,masih jadi media tempat kucurahkan semua uneq-uneq gelapku. Sisi hitam yang kueksplorasi di sini. Termasuk memasang foto tanpa kerudung karena ga akan ada orang yang mampir.
Yeah,let's dicipline update this blog. Share semua perasaan,pikiran, dan hasil-hasil yang sudah dicapai. Lingkaran pelangi seringnya tak penuh warna karena kebanyakan curhat kegelisahan rasa. Humm..tak apa, aku sendiri ga tau adakah yang datang dan membaca tulisan-tulisanku?who knows?*angkat bahu*
Sekarang waktunya beresin baju dan itung pengeluaran april. Hope this month better than before.Kencangkan ikat pinggang dan patuh pada agenda keuangan awal.
Rabu, 28 Maret 2012
rahasia
Ini peristiwa lain dalam hidupku yang tak mungkin kuceritakan pada siapa pun. Tidak juga pada para sahabat 'gila' yang selama ini kupercayakan sisi gelap hidupku pada mereka.
Tentang laki-laki ketiga yang muncul tiba-tiba. Dia datang saat hatiku sedang pedih perih luar biasa. Sapaannya terasa seperti pertanda setelah baru saja kupanjatkan doa kepada-Nya.
Seperti katanya,"Apa kau kira semua ini kebetulan?malam itu aku seperti digiring untuk bicara denganmu." Aku terharu dengan itu dan pelahan mulai menerimanya masuk hatiku. Hari hari bergulir dengan hati berbunga-bunga yang diliputi kebimbangan. Antara dia dan kakak yang sudah menemaniku dua tahun lamanya.
Kami berbagi cerita panjang lebar.Dia ceritakan keluh kesahnya tentang masalah yang sedang dihadapi. KOnflik rumah tangga;permintaan perempuan yang ingin berhenti menjadi istrinya. Semua hal yang membuatnya galau tak karuan. KUmpulan cerita sedih yang biasanya disimpan sendirian saat itu ditumpahkannya padaku. Panjang lebar, tak diberikannya jeda bagiku untuk berpikir,merenung,dan menduga-duga apa yang terjadi sebenarnya.
Hingga tanpa terasa aku sudah memberinya posisi nyaman di pojok hatiku. Jadi, ada dua orang yang duduk manis di sana. Kakak dan dia. Dua orang yang datang dengan cara berbeda, cerita yang tak sama, dan tanpa harapan tempat hatiku bisa kutitipkan.
Jumat, 06 Januari 2012
GOLD MORNING!!
Pagi ketujuh di bulan Januari. Mendung,tapi hatiku tetep semangat.Dua minggu yang penuh deadline. Satu agenda selesai: Sinopsis cerita utk seleksi kursus menulis online gratis. Semoga berkah,semoga lulus.Amiin..
Aku mau serius nge-blog ah. Pakai alamat blog ini aja. cerita2 buruk masa lalu yang tercatat di blog ini mau kubuang aja.Kumulai dengan tulisan-tulisan inspiratif,tulisana-tulisan bernas yang memberi semangat untuk siapa pun yang membacanya. CUrhat-curhat bermutu tidak sekadar mengumbar kehidupan pribadi.
BTW, ada satu hal yang menari-nari di benakku sejak beberapa hari terakhir. Setiap kudengar rekan kerjaku menceritakan masa lalunya;cerita yang itu-itu lagi;kisah yang sama. Tentang suami penjudi,selingkuh,pemabuk, KDRT yang menimpanya, depresi yang dialaminya,diceritakannya pada banyak orang. Apakah itu bisa menyembuhkan luka?bisa membantunya menjadi lebih bijaksana dalam mengelola hubungannya dengan suami?
Aku malah melihat itu sebagai cemilan yang tak ada arti. Seperti akcang goreng yang dijual murah. Kisah itu bisa inspiratif,bisa jadi pelajaran utk orang yang mendengarnya, tetapi kalau diceritakan terus menerus,bukankah itu malah membuka aib dan menjenuhkan? Dia berusaha seimbang,mungkin. Tak hanya yang buruk yang diceritakan, tetapi juga yang baik-baik pun disampaikan. yang baik dan buruk tentang suaminya.
Hum..untuk banyak hal, dari sekian kali kudengar cerita yang sama. Pengisahan dengan gaya penuh tawa itu malah membuatku kehilangan simpati. Sungguh,jadi enggan dengarnya.
Sabtu, 19 November 2011
20-11-2011
Baru sadar kalau ini angka cantik.20-11=2011.Angka cantik,tapi tidak untuk hatiku dan Lintang. Seperti mimpi,ada perempuan yang mau dengannya. Laki-laki yang minder, manja, labil, dan ringan tangan. Dulu, setiap aku sangat marah kepadanya, sangat sedih akibat perlakuannya, atau memar karena dipukulinya,aku selalu berpikir mungkin hanya aku satu-satunya perempuan yang mau menjadi teman hidupnya.
Ups, ternyata salah. Setelah kami berpisah dan dia tak mau lagi kembali meski anak kami memohon setiap waktu, dia menikah lagi. What a surprise! What a shocking news! Ternyata ada juga perempuan yang mau hidup dengannya. Perempuan yang baru memulai persoalan berat dalam hidupnya. Aku memang tak tahu proses yang mereka lalui hingga dia memutuskan perempuan ini menjadi istrinya dan begitu pula sebaliknya. Aku juga tidak tahu apa kelebihan perempuan ini. Yang kutahu dia masih gadis, sarjana, dan mau berhenti bekerja setelah menikah. Hal yang sama yang kulakukan dulu. Berhenti dari semua aktivitasku selain menemani dia dan bermain ala kadarnya dengan teman-temanku.
Kali ini tak perlu lagi membahas perasaanku karena sedih dan kecewa itu sudah pasti, tak perlu dirasa lagi,nanti juga hilang sendiri. Yang pasti di tengah perasaan negatif itu, terselip sesuatu yang aku nggak tahu namanya apa. Sesuatu yang membuatku tetap merasa -hanya merasa- dia tak mungkin bisa mendapatkan perempuan dengan kualitas seperti diriku. Sejarah mencatat, perempuan2 yang berhubungan dengannya adalah perempuan2 biasa yang tidak berideologi kuat seperti aku. Ideologi kuat yang membuatku jadi pemberontak keras kepala hingga dia membenciku dan enggan membangun komunikasi lagi. Tak apa *angkat bahu*. Dua tahun terakhir ini, narasumberku bilang dia nyaris dekat dengan customer service di sebuah dealer dan akhirnya menikahi customer service di sebuah lembaga kredit. Ya, sepadan lah dengan kualitas dia sebagai individu. Hidupnya standar,tak ada pengalaman2 spiritual atau intelektual selain pengalaman mistis yang dibuatnya sendiri.Sekuat apa kau membuangku, kau takkan bisa mengenyahkanku setiap kau ingat kenangan tentang Sultan Ternate yang kaubangga-banggakan itu. Atau apa pun yang membuatmu terdampar di tempatmu saat ini.
Oke deh, aku tak ingin mengucapkan apa pun.Aku masih marah, tapi tak ingin memikirkannya lagi. Aku mau gemuk,tapi kalau pun sulit, yang penting hidupku tenang dan damai. Mari kembali menulis. Menyelesaikan daftar tulisan yang harus selesai yang kutempel di tembok kamar. Selamat hari Minggu pagi.Salam
Ups, ternyata salah. Setelah kami berpisah dan dia tak mau lagi kembali meski anak kami memohon setiap waktu, dia menikah lagi. What a surprise! What a shocking news! Ternyata ada juga perempuan yang mau hidup dengannya. Perempuan yang baru memulai persoalan berat dalam hidupnya. Aku memang tak tahu proses yang mereka lalui hingga dia memutuskan perempuan ini menjadi istrinya dan begitu pula sebaliknya. Aku juga tidak tahu apa kelebihan perempuan ini. Yang kutahu dia masih gadis, sarjana, dan mau berhenti bekerja setelah menikah. Hal yang sama yang kulakukan dulu. Berhenti dari semua aktivitasku selain menemani dia dan bermain ala kadarnya dengan teman-temanku.
Kali ini tak perlu lagi membahas perasaanku karena sedih dan kecewa itu sudah pasti, tak perlu dirasa lagi,nanti juga hilang sendiri. Yang pasti di tengah perasaan negatif itu, terselip sesuatu yang aku nggak tahu namanya apa. Sesuatu yang membuatku tetap merasa -hanya merasa- dia tak mungkin bisa mendapatkan perempuan dengan kualitas seperti diriku. Sejarah mencatat, perempuan2 yang berhubungan dengannya adalah perempuan2 biasa yang tidak berideologi kuat seperti aku. Ideologi kuat yang membuatku jadi pemberontak keras kepala hingga dia membenciku dan enggan membangun komunikasi lagi. Tak apa *angkat bahu*. Dua tahun terakhir ini, narasumberku bilang dia nyaris dekat dengan customer service di sebuah dealer dan akhirnya menikahi customer service di sebuah lembaga kredit. Ya, sepadan lah dengan kualitas dia sebagai individu. Hidupnya standar,tak ada pengalaman2 spiritual atau intelektual selain pengalaman mistis yang dibuatnya sendiri.Sekuat apa kau membuangku, kau takkan bisa mengenyahkanku setiap kau ingat kenangan tentang Sultan Ternate yang kaubangga-banggakan itu. Atau apa pun yang membuatmu terdampar di tempatmu saat ini.
Oke deh, aku tak ingin mengucapkan apa pun.Aku masih marah, tapi tak ingin memikirkannya lagi. Aku mau gemuk,tapi kalau pun sulit, yang penting hidupku tenang dan damai. Mari kembali menulis. Menyelesaikan daftar tulisan yang harus selesai yang kutempel di tembok kamar. Selamat hari Minggu pagi.Salam
Langganan:
Postingan (Atom)